Perlahan namun menyenangkan. Mengikuti resep jitu dari guru literasi kami, Om Jay yang super keren dan baik hati untuk menulis setiap hari dan membuktikan apa yang akan terjadi. Melalui KBMN 28 aku jadi mengenal blog dan membuat akun kompasiana. Belum konsisten membuat tulisan setiap hari, tapi berusaha terus menulis dan menulis. Bahagia ketika tulisan sudah aku posting/publikasikan kemudian dibaca oleh teman-teman dan diberikan komentar positif. Terima kasih ya temans.. Yang sudah aku lakukan adalah menulis di blog dan kompasiana. Juga mendapat kesempatan ikut bergabung di grup penulis antologi. Kalau mengirim tulisan ke majalah..aku belum pernah. Nah, malam ini adalah pertemuan ke-22 pelatihan menulis. Materinya tentang Mengirim Tulisan ke Majalah Suara Guru . Mau doong..supaya tulisan yang dibuat dapat dibaca oleh banyak orang dan lebih bermanfaaat. Insya Allah. Pelatihan kali ini melalui zoommeeting yang link nya su...
Judul : Menerbitkan Buku dari Karya Tulis Ilmiah Resume Ke : 4 Gelombang : 28 Tanggal : 16 Januari 2023 Tema : Menulis Buku Dari Karya Ilmiah Narasumber : Eko Daryono, S.Pd. Moderator : Nur Dwi Yanti, S.Pd. KBMN gelombang 28 Pertemuan Ke-4. Tadi siang ketika melihat Flyer pelatihan hari ini di grup WhatsApp, saya tersenyum saat mata tertuju pada nama moderator kami. Masya Allah..kalau tidak salah, bu Nur sempat singgah memberikan rating di postingan akun kompasiana saya kemarin siang. Terima kasih ya bu. Salam hormat dari saya. Ibu moderator kami, ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd. (NDY) adalah alumnus KBMN gelombang 23 yang mendapat kepercayaan sebagai ba...
Pukul 18.45 ada yang bertanya di WAG KBMN 28, "sedulur....malam ini materi apa ya..." Lalu ada yang menjawab, "Pantun, Pak." Kemudian muncul flyer di atas. Asiiik..pantun nih. Kami bertemu lagi dengan ustadz Damar (pak Dail Ma'ruf, M.Pd.) sebagai moderator dan pak Miftahul Hadi, S.Pd (alumnus KBMN gelombang 17) yang keren banget sebagai narasumber. Saya izin bikin pantun dulu ya pak Miftah..hehee. Buah kelapa dimasukan ke gelas Jatuh ke semak tanpa ampun Sudah pertemuan ke-13 Yuk kita simak Materi Pantun👍🏻 Pak Miftah menjelaskan sebagai berikut: Pantun biasanya identik dengan suku bangsa Melayu ataupun Betawi. Namun, tiap daerah memiliki pantun. Di Tapanuli, pantun dikenal dengan istilah ende-ende (Suseno, 2006). Contoh : Molo mandurung ho dipabu, Tampul si mardulang-dulang, Molo malungun ho diahu, Tatap siru mondang bulan. Artinya : Jika tuan mencari paku, Petiklah daun sidulang-dulang, Jika tuan rindukan daku, Pandang...
Komentar
Posting Komentar