Pukul 18.45 ada yang bertanya di WAG KBMN 28, "sedulur....malam ini materi apa ya..." Lalu ada yang menjawab, "Pantun, Pak." Kemudian muncul flyer di atas. Asiiik..pantun nih. Kami bertemu lagi dengan ustadz Damar (pak Dail Ma'ruf, M.Pd.) sebagai moderator dan pak Miftahul Hadi, S.Pd (alumnus KBMN gelombang 17) yang keren banget sebagai narasumber. Saya izin bikin pantun dulu ya pak Miftah..hehee. Buah kelapa dimasukan ke gelas Jatuh ke semak tanpa ampun Sudah pertemuan ke-13 Yuk kita simak Materi Pantun👍🏻 Pak Miftah menjelaskan sebagai berikut: Pantun biasanya identik dengan suku bangsa Melayu ataupun Betawi. Namun, tiap daerah memiliki pantun. Di Tapanuli, pantun dikenal dengan istilah ende-ende (Suseno, 2006). Contoh : Molo mandurung ho dipabu, Tampul si mardulang-dulang, Molo malungun ho diahu, Tatap siru mondang bulan. Artinya : Jika tuan mencari paku, Petiklah daun sidulang-dulang, Jika tuan rindukan daku, Pandang...
Komentar
Posting Komentar